 |
|
Mengapa Memilih Apartemen? (Articles)
Aug 10, 2010
Tanya:
Pak Panangian, saya lihat sekarang banyak banyak dibangun apartemen, kondominium, rusunami, rusunawa. Sebenarnya, mengapa orang memilih apartemen sebagai tempat tinggal?
Herman, Jakarta
Jawab:
Apartemen adalah blok bangunan yang di dalamnya terbagi-bagi dalam sejumlah ruang atau unit, yang dipasarkan secara strata-title atau disewakan. Di luar itu, ada juga istilah kondominium yang juga merujuh kepada apartemen. Keduanya pada dasarnya sama pengertiannya. Yang membedakan hanya istilahnya. Kondominium adalah penguasaan beberapa atau sejumlah orang atas sebuah properti atau bangunan besar. Jadi apartemen lebih menunjuk ke pengertian fisik, sedangkan kondominium merujuk kepada hak atau istilah legal.
Apa pun itu, bagi kalangan muda sebenarnya tinggal di apartemen adalah pilihan paling tepat. Pasalnya, orang muda masih sangat produktif dan mobile. Waktu di rumah praktis hanya untuk beristirahat atau tidur dan momong anak. Jadi, tidak banyak waktu untuk merawat rumah, menjalankan hobi, atau mengisi waktu luang di rumah. Karena itu hunian yang paling tepat adalah praktis dan tidak membutuhkan banyak keterlibatan pemilik untuk merawatnya. Dan hunian seperti itu adalah apartemen.
Selain itu lokasi partemen biasanya di tengah kota yang dekat dengan berbagai pusat kegiatan (bisnis, komersial, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain-lain). Untuk paangan muda yang mobile namun penghasilannya belum begitu tinggi, situasi ini cocok karena dengan tinggal di apartemen, mereka tidak harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar. Anggota keluarga pasangan muda pun masih sedikit. Anak, kalaupun ada, masih balita. Jadi tidak perlu hunian yang besar. Apartemen 36 m2-45 m2 pun cukup.
Selain itu, dengan tinggal di apartemen di dalam kota, pasangan muda juga lebih mudah mengatur waktu untuk anaknya yang masih kecil, yang masih butuh perhatian ekstra orangtuanya. Di negara-negara maju seperti Jepang, sekitar 60 persen penduduk usia produktifnya tinggal di apartemen di dalam kota, sehingga pusat kota memadat. Untuk itu pemerintah memberi insentif berupa keriganan pajak, subsidi bunga, regulasi, dan lain-lain. Sementara kalangan yang lebih tua dan mapan, terserah mau tinggal di mana, di dalam kota di apartemen atau di rumah biasa di pinggir kota yang lebih jauh dari pusat kota dan sedikit populasinya.
Di Indonesia, situasinya terbalik. Kalangan berusia produktif yang mobilitasnya masih tinggi dan tidak punya waktu mengurus rumah, justru tinggal di pinggir kota sehingga tidak efisien. Padahal, penghasilan mereka masih bertumbuh. Sementara kalangan mapan dan berpenghasilan besar tinggal di dalam kota. Tidak ada kebijakan atau insentif pemerintah untuk membalikkan keadaan itu. Pengembangan apartemen diserahkan begitu saja ke mekanisme pasar.
Akibatnya, yang dipasarkan pengembang hanya apartemen untuk kalangan menengah atas dan apartemen mewah yang hanya terjangkau kalangan mapan. Apartemen identik dengan hunian eksklusif untuk kalangan terbatas, bukan berfungsi mengendalikan penyebaran penduduk, mengefisienkan mobilitas, mengurangi kemacetan, dan pemborosan energi, meminimalisir degradasi kualitas lingkungan hidup, dan seterusnya. Ini kelemahan pengembangan permukiman di kota-kota di Indonesia. Tidak memiliki urban concept. Di negeri ini tidak ada semacam menteri perumahan dan pengembangan kota. Yang ada hanya menteri pembangunan perumahan.
Sejak lima tahun terakhir, sudahbanyak pengembang yang berinsiatif menawarkan apartemen menengah seharga hingga Rp 600 jutaan yang terjangkau kalangan muda di tengah kota, tanpa harus menunggu insentif pemerintah. Setelah itu juga ramai penawaran rumah susun sederhana hak milik (rusunami) yang harganya lebih murah lagi, bahkan mendapat pembebasan pajak dan subsidi bunga kredit dari pemerintah.
Kesempatan inui seharusnya dimanfaatkan kalangan muda untuk mulai menjadikan apartemen sebagai alternatif hunian. Paling tidak sebagai hunian pertama. Kelak setelah penghasilan mulai mapan, anak-anak mulai besar, aktivitas dan kebutuhan ruang keluarga tidak mampu lagi ditampung di apartemen, barulah mereka pindah ke rumah biasa (landed residential) yang lebih besar di pinggir kota. Unit apartemen bisa disewakan kepada pasangan yang lebih muda. Bagaimanapun harus diakui, bagi sebagian orang membina keluarga dan membesarkan anak yang paling baik tetaplah di rumah biasa (landed house), kendati pendapat itu masih menjadi perdebatan.
Hanya saja memang, tinggal di apartemen menuntut sikap yang rasional, efisien, simpel, praktis, dan mandiri. Tenggang rasa pun harus lebih tinggi karena tetangga kita tidak hanya di sampuing kiri dan kanan tapi juga di atas dan di bawah. Menerima tamu dan mengundang kerabat pun tidak bisa lagi sesukanya seperti di rumah. Bukan hanya karena bisa menganggu tetangga tetapi kapasitas setiap unit apartemen sangat terbatas. Jadi kalau mau ngumpul, kita harus melakukannya di ruang pertemuan yang disediakan di setiap apartemen. Di apartemen, kita juga tidak bisa berkebun atau memelihara pohon seenaknya kecuali pphon yang moveable di dalam toples atau pohon yang ditanam dengan sistem hidroponik.
Mengoleksi barang pun harus diperhitungkan karena kalau terlalu banyak, tidak mungkin ditempatkan semua di unit apartemen. Sementara menaruhnya di koridor setiaplantai adalah terlarang karena selain mengorupsi hak bersama, juga berbahaya. Kalau terjadi keadaan darurat, barang-barang itu akan menganggu mobilitas penghuni apartemen yang menyelamatkan diri atau evakuasi.
Pendeknya, tinggal di apartemen adalah budaya komunal modern, rasional yang menghormati kemajemukan. Dalam sistem budaya itu ada tenggang rasa, tapi tenggang rasa yang dituangkan dalam aturan tertulis berikut sanksinya yang disusun dan disepakati semua penghuni melalui Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS). Aturan itu dirumuskan dan diawasi bersama pelaksanaanya, berlaku untuk semua penghuni dari sistem budaya apapun dan tidak tergantung pada tokoh panutan.
Masyarakat kita sebenarnya sudah akrab dengan budaya komunal itu, tapi budaya komunal tradisional yang homogen-paternalistik. Dalam sistem budaya ini, ada tepa salira, tapi sifatnya tidak tertulis, longgar, lebih ditujukan kepada penganut sistem budaya yang sama dan penerapannya tergantung patron. Karena itu, di kota yang warganya terdiri dari banyak etnis dan individualistis, budaya itu memerlukan penyesuaian agar bisa diterapkan dalam relasi sosial.
Terlebih-lebih di apartemen yang konsentrasi manusianya begitu tinggi, ratusan orang berdiam di atas tanah dan bangunan yang sama, menggunakan fasilitas yang sama. Ketidakpedulian yang satu bukan hanya menganggu yang lain tapi bisa mengancam keamanan seisi apartemen. Bahkan pertengkaran anak-anak atau acara memasak yang terlalu hot di apartemen Anda cukup membuat pusing tetangga. Berkaitan dengan itu, sejumlah hal perlu kita perhatikan dan pahami bila hendak membeli dan menghuni apartemen.
*) Panangian Simanungkalit, pakar perumahan nomor 1 di Indonesia dan penulis buku "Beli Rumah dan Apartemen, Tips dan Trik"
http://properti.kompas.com/read/2010/03/27/13184530/Mengapa.Memilih.Apartemen..
|
NEWS ARCHIVE
Tren Tinggal di Apt yg Terintegrasi (Articles)
Kompas.com Selasa, 2/2/2010 | 20:22 WIB
oleh He....(more)
Pasar Apartemen di Jakarta tidak jenuh (Articles)
Ada banyak pendapat yang menyatakan bahwa pasar ap....(more)
Rasuna Epicentrum Superblock (Advertorial)
A well-developed conceptualized venture, it is now....(more)
Villa for rent @ ubud, bali (Advertisement)
3 Bedroom Villa for rent @ ubud, bali.
with Swimm....(more)
Efektifkan Penggunaan Lahan Perumahan (Articles)
20-11-07
Beijing, Kompas - Para analis properti m....(more)
Perangkat "Wajib" Apartemen Studio (Interior Design)
KOMPAS.com - Bagi seorang lajang, tinggal sendiria....(more)
PROSPEK BERINVESTASI DI SEKTOR PROPERTI (Articles)
Pada saat krisis keuangan global yang dimulai di A....(more)
RulesForForeignersBuyingPropertiesInIndo (Legal)
Expatriate business people in Indonesia have right....(more)
Apartment Safety Basics (Articles)
Don’t be so excited about decorating your bedroom ....(more)
How to Cover Up Nail Holes in Drywall (Tips & Techniques)
Nails, thumb tacks and pushpins can leave unsightl....(more)
What can I do to use less natural gas? (Articles)
Natural gas energy savings aren't only available t....(more)
Club House @ The Stupa (Advertorial)
Setting sebuah club house sering menjadi daya tari....(more)
Living in an Apartment with a Pet (Articles)
If you’ve already moved into your apartment, befor....(more)
Think Green - Buy Wisely (Articles)
Some garbage pick up companies across the United S....(more)
Flooring raised to new heights (Interior Design)
Leftover flooring strips on the ceiling can make f....(more)
A camouflaged cleanout (Articles)
Here's how the cleanout for your shower plumbing c....(more)
Positives of Living in an Apartment (Articles)
Everything has its pros. It can be hard to recogni....(more)
8 Things to Do When the Power Goes Out (Articles)
Many people enjoy electricity; this includes compu....(more)
Choose Furniture for Your Apartment (Interior Design)
Decorating an apartment can be an enormous challen....(more)
Why Rent? (Articles)
As the demand for apartment housing rises, Apartme....(more)
Follow Intercom Security Tips (Tips & Techniques)
If you live in an apartment building with an inter....(more)
Start An Apartment Watch Program (Articles)
Just like Neighborhood Watch, members of an Apartm....(more)
Talk to Children About Elevator Safety (Others)
Getting stuck in an elevator isn't just frustratin....(more)
Tips for Community Living (Tips & Techniques)
Living in an apartment community can be a much dif....(more)
8 Saran Desain Interior Minimalis (Interior Design)
- Pertama, perhatikan bentuk asesoris ruang yang u....(more)
Teralis (Interior Design)
Teralis, selain digunakan pada jendela biasanya ju....(more)
Memanfaat partisi gypsum (Tips & Techniques)
Untuk membuat pemisah ruang tidak sedikit orang me....(more)
Interior Kamar Anak (Interior Design)
Desain Lemari Mainan
Apa yang paling di sukai a....(more)
Ragam Bahan Pelapis sofa (Articles)
Bila anda memiliki sofa tua yang sudah tidak bagus....(more)
Plafon (Interior Design)
Plafon tidak hanya berfungsi sebagai penghalang su....(more)
Warna Cat Rumah menurut Feng Shui (Feng Shui)
Sebagian dari Anda mungkin sangat percaya pada Fen....(more)
Apartment types and characteristics (Articles)
Apartment types and characteristics
A living ro....(more)
Find the Right Apartment Without Stress (Tips & Techniques)
Apartment hunting can be a stressful experience, a....(more)
Apartment (Articles)
An apartment is a self-contained housing unit that....(more)
Kaca Bening Pemisah Ruangan (Interior Design)
Kompas, Minggu, 30 Maret 2008 | 13:29 WIB
Sepuluh....(more)
Tinggal di Apartemen Tak Terelakkan (Articles)
Kompas, Jumat, 14 Maret 2008 | 23:32 WIB
Banjir b....(more)
The Stupa, residence at menteng (Advertorial)
Coming Soon, for further information please call R....(more)
Hotel Indonesia Kempinski (Advertorial)
Kempinski will manage further two new hotels in As....(more)
Jl.M.H.Thamrin No 1 Jakarta (Advertorial)
Kempinski Residences, Jl.M.H.Thamrin No 1, Jakarta....(more)
Nirvana Apartment (Advertorial)
Asiana Lintas Bangun Apartemen di Kemang (05-12-20....(more)
Peranan Pintu untuk Apartemen (Feng Shui)
Pintu Memegang Peran Penting untuk Apartemen
....(more)
Lukisan dalam Apartment (Feng Shui)
Ada Baiknya Memperhatikan lukisan di Apartemen
....(more)
Penerangan, Faktor yang Perlu Diperhitun (Feng Shui)
Penerangan, Faktor yang Perlu Diperhitungkan
....(more)
|